Selasa, 11 Desember 2012

PRINCESS ALAY



Cerry namanya, ia sering diejek dengan sebutan ‘Princess Alay’. Sebutan Princess Alay karena gayanya yang sok menjadi princess dan terlalu alay.

Ia mempunyai teman namanya Lisa. Saat malam itu, Lisa merayakan ulang tahunnya yang ke-12. Seperti biasa, Cerry berdandan, terutama pakaian secara alay. Cerry memakai gaun berwarna putih hingga lutut, memakai bando pita merah, hak tinggi, bedak yang tebal, perona pipi yang tentunya tebal, dan lipstik merah.

Tok tok tok… Cerry pun masuk ke dalam rumah Lisa. Tak banyak orang di sana. Lisa sibuk menerima tamu, sementara tak ada yang Cerry kenal di situ selain Lisa. Angin berembus dengan kencang, membuat gorden menari-nari. Setelah acara selesai, Cerry pulang ke rumah. Ia langsung tidur.


Keesokan paginya, Cerry bersiap-siap ke sekolah. Tiba di kelas, suasana rih bagai pasar sedang membicarakan sesuatu.

“Hoi.. Princess Alay sudah masuk. Beri sambutan!” seru salah satu anak laki-laki.

Semuanya menurut, mereka memberi sambutan dengan cara berbaris. Lalu berkata, “Selamat datang Princess Alay, weeek.”

Cerry cemberut, lalu Cerry menemui Lisa.

“Halo Lisa,” kataku kepada Lisa.

“Halo juga. Eh kamu tahu nggak, kalau sekolah mau ngadain pesta akhir bulan? Diadain secara besar-besaran loh,” jelas Lisa panjang lebar. Sementara Cerry hanya mengangguk-angguk saja.

Tibalah saat pesta akhir bulan. Seperti biasa Cerry berubah menjadi Princess Alay. Kali ini pakaian Cerry tak bisa digambarkan oleh kata-kata. Saking alay-nya, dan hasilnya ia ditertawakan oleh teman-temannya. Anak dari kelas lain, bahkan guru-guru ikut menertawakan Cerry.

Akhirnya dia baru menyadari kalau dirinya Princess Alay. Dia mengubah menampilannya. Bahkan ia mendapat juara 2 di fashion show.

faiqoh rahadatul aisy (siswa semai, kelas 4 SD)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar